Saturday, March 26, 2016

Review Puisi

Review Puisi 
Berjudul Ziarah Udin (Joko Pinurbo, 2015)
Oleh Aulia Rizki Indriana (14321082)

Ziarah Udin

Kemerdekaan itu, Udin, harta dan cinta

yang harus kau tebus dengan kematianmu.

Kemerdekaan itu rubrik rindu

yang mewartakan kabar baik darimu.

Kemerdekaan itu kami yang berdiri di sekelilingmu

untuk memandang matamu yang bersih dan berani.


Kematian tak memisahkan kau dengan kami,

para pewarta yang menyalakan kata

di lorong-lorong yang terjangkau cahaya.

Kematianmu telah membuka pintu yang terkunci

oleh tirani, oleh gentar dan takut kami.


Menulislah terus, Udin, menulislah

di kolom sunyi di relung hari dan hati kami.

Menulislah di sela lelah dan gundah kami.


Kematian tak memisahkan kau dengan kami

sebab pada tinta yang melumuri tangan kami

masih menyala merahmu, masih tercium darahmu.


(2015)


Puisi karya Joko Pinurbo ini bercerita tentang seorang jurnalis yang bernama Udin. Udin merupakan seorang Jurnalis yang bekerja demi kemanusiaan, tak sekedar memenuhi tugas sebagai wartawan secara profesional. Udin bekerja dengan penuh rasa cinta terhadap profesinya meski akhirnya harus ditebus dengan nyawa. kematian udin digambarkan dalam puisi Joko Pinurbo yang akrab disapa Jokpin dimana telah membebaskan orang-orang dari belenggu tirani. Hal tersebut tampak dalam penggalan bait kedua puisi. Puisi ini dibuat secara khusus untuk acara peringatan 19 tahun meninggalnya wartawan Udin. Puisi ini di tulis sehari sebelum ziarah ke makam Udin. Jokpin meletakkan puisi tersebut di atas makam Udin sebagai penanda jika dia pernah datang berziarah.

No comments:

Post a Comment